1. Bus Rapid Transit (3-4 November 2011)

Training tentang BRT antara lain ditujukan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta mengenai implementasi BRT, dari tingkat persiapan meliputi tahap perencanaan, pemilihan konsep angkutan umum yang akan dijalankan, bagaimana standar pelayanannya, bagaimana mengikutsertakan masyarakat dalam pelayanan publik di BRT, bagaimana metode pengadaan, bagaimana mempersiapkan organisasi dan kelembagaan serta bagaimana mengatasi permasalahan keuangan.

Secara lebih lengkap informasi mengenai training dapat diklik disini.

2. Balance Score Card dan Aplikasinya dalam Sistem Transportasi Logistik (7-8 November 2011)

Balanced Scorecard merupakan suatu sistem manajemen dan pengukuran kinerja strategis yang dpat digunakan untuk mengkomunikasikan rencana-rencana bisnis strategis suatu organisasi kepada organisasi akhir. Sistem manajemen ini selanjutnya akan mempertimbangkan secara seimbang beberapa variabel : ukuran kinerja keuangan, ukuran kinerja yang berhubungan dengan faktor eksternal, serta ukuran pengendali kinerja yang berhubungan dengan poses pencapaian hasil (leading indicators) dan ukuran kinerja yang berhubungan dengan hasil itu sendiri. Manfaat dari memahami Balance Scorecard adalah:

  • Memahami konsep kerja balance scorecard
  • Mampu menetapkan strategi-strategi bisnis melalui analisis SWOT
  • Mampu memahami perspektif-perspektif dalam balanced scorecard: perspektif finansial, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan; termasuk didalamnya didalamnya pemetaan strategi.

Secara lebih lengkap informasi mengenai training dapat diklik disini.

3. Aplikasi GIS untuk Pemetaan Daerah Rawan Bencana Alam – Basic (14 – 16 November 2011)

Dengan mengikuti training ini diharapkan peserta dapat memahami konsep dan aplikasi pemanfaatan GIS untuk perencanaan mitigasi dan penanggulangan bencana alam, khususnya pemetaan daerah rawan bencana alam. Training ini juga merupakan dasar dari pemanfaatan GIS untuk pengelolaan bencana alam daerah, sehingga diharapkan peserta dapat mengembangkan pemanfaatan aplikasi GIS lebih lanjut, atau dapat mengikuti training lanjutan untuk mendalami pemanfaatan yang lebih komprehensif.

Secara lebih lengkap informasi mengenai training dapat diklik disini.


4. Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) (21 – 24 November 2011)

Undang-undang LLAJ mensyaratkan pembangunan fasilitas harus dianalisis dampak lalu lintasnya terlebih dulu. Para analis dampak lalu lintas harus disertifikasi oleh Kementerian Perhubungan untuk dapat menyusun dokumen analisis dampak lalu lintas. Di sisi lain, kebutuhan para tenaga ahli yang telah disertifikasi sangatlah besar. Pelatihan ini ditujukan untuk mempersiapkan peserta dalam menghadapi sertifikasi yang akan diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan. Di akhir pelatihan, peserta pelatihan Analisis Dampak Lalu Lintas diharapkan mampu mampu menyusun dokumen analisis dampak lalu lintas (Andalalin) yang berisikan (a) Pelingkupan, (b) Analisis bangkitan tarikan, (c) Simulasi kinerja lalu lintas, (4) Perhitungan dan perkiraan dampak, dan (5) Penyusunan rekomendasi dan rencana kerja.

Secara lebih lengkap informasi mengenai training dapat diklik disini.