TEMPO Interaktif, Kamis, 16 Maret 2006 | 07:43 WIB: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pekan lalu sudah menyampaikan hasil temuan sementara hasil investigasi kasus kecelakaan Mandala Air di Medan, kasus Adam Air di Tambolaka, dan tergelincirnya Lion Air di Surabaya kepada Menteri Perhubungan Hatta Radjasa.
Setio berharap, dari temuan sementara itu Menteri Perhubungan akan mengingatkan ketiga operator penerbangan tersebut membenahi manajemen dalam hal pengawasan dan pemeliharaan pesawat saat akan diterbangkan.
Ia menjelaskan, temuan itu belum sepenuhnya final, terutama untuk Adam Air dan Lion Air karena kotam hitam (black box) dari kedua pesawat tesebut baru minggu akan dikirim ke Australia untuk diselidiki.
Untuk Mandala sendiri, kata Setio kepada Tempo, dari hasil investigasi lapangan diperoleh kesimpulan bahwa pesawat tersebut memang gagal terbang (take off). Faktor kelebihan beban juga sudah diteliti, ternyata tidak menjadi penyebab jatuhnya pesawat. “Ini yang kita pertanyakan, tapi pengawasannya memang dipertanyakan.”
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M. Ikhsan Tatang, sebelumnya telah menegur beberapa operator yang pesawatnya kerap mengalami insiden. Direktoratnya juga sudah membentuk tim independen agar bisa lebih obyektif melakukan pengawasan manajemen dan memeriksa kelaikan pesawat.
Seperti diketahui, pesawat Boeing 737-200 milik Mandala Airlines dengan nomor penerbangan RI091 gagal terbang dari Bandara Polonia, Medan sekitar pukul 10.00 WIB pada 5 September 2005. Rencananya pesawat itu akan terbang ke Jakarta. Pesawat yang gagal terbang itu jatuh di pemukiman padat di sekitar bandara, sehingga korban yang tewas dari kecelakaan itu mencapai ratusan orang, baik dari penumpang pesawat maupun penduduk.
Kasus Adam Air merebak ketika Boeing 737-300 dengan nomor penerbangan DHI 782 tujuan Jakarta-Makassar melakukan pendaratan darurat di Tambolaka, Sumba, Nusa Tenggara Timur pada 11 Februari 2006. Adam Air nyasar hingga ke Tambolaka karena sistem navigasi pesawat itu ada yang tidak berfungsi.
MD-82 dengan nomor penerbangan IW 8987 milik Lion Air tergelincir ketika akan melakukan pendaratan di Bandara Juanda, Surabaya pada 4 Maret 2006. Pesawat dari Denpasar dengan tujuan Surabaya-Jakarta itu membawa 156 penumpang dan 7 awak, yang semuanya selamat.
